PENOLAKAN
Melisa Rinarki Harahap Setiap kita pasti pernah merasakan penolakan. Ditolak lamaran kerjanya. Ditolak permintaan maafnya. Ditolak kerja samanya. Ditolak permohonan dana untuk suatu kegiatan. Atau bahkan ditolak cinta dan kehadirannya disisi orang lain. Dan masih banyak jenis penolakan lain yang mungkin menggores kekecewaan di hati. Entah itu secara fisik maupun psikis. Entah itu secara langsung ataupun melalui kata-kata dan sindiran. Semua itu tetap dapat dikatakan menyakitkan. Sebenarnya tak ada yang salah dalam penolakan. Bahkan penolakan dapat menjadi kebenaran dan pilihan terbaik dalam beberapa hal. Seperti kisah Rasullulah yang diajak kafir Quraisy untuk bekerja sama dalam beribadah. Namun, Rasul menolak. Rasul memberikan penolakan yang sangat menyakitkan. Hingga Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya dalam surah Al-Kafiruun. “Lakum dii nukum waliyadiin” Untukmu agamamu dan untukku agamaku (Al-Kafirun : 6) Lantas, begitu juga ...