PENOLAKAN
Melisa Rinarki Harahap
Setiap kita pasti pernah merasakan penolakan. Ditolak
lamaran kerjanya. Ditolak permintaan maafnya. Ditolak kerja samanya. Ditolak
permohonan dana untuk suatu kegiatan. Atau bahkan ditolak cinta dan kehadirannya disisi orang lain. Dan masih
banyak jenis penolakan lain yang mungkin menggores kekecewaan di hati. Entah itu
secara fisik maupun psikis. Entah itu secara langsung ataupun melalui kata-kata
dan sindiran. Semua itu tetap dapat dikatakan menyakitkan.
Sebenarnya tak ada yang
salah dalam penolakan. Bahkan penolakan dapat menjadi kebenaran dan pilihan terbaik
dalam beberapa hal. Seperti kisah Rasullulah yang diajak kafir Quraisy untuk
bekerja sama dalam beribadah. Namun, Rasul menolak. Rasul memberikan penolakan yang
sangat menyakitkan. Hingga Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya dalam surah Al-Kafiruun.
“Lakum dii nukum
waliyadiin”
Untukmu agamamu dan untukku agamaku (Al-Kafirun : 6)
Lantas, begitu juga
perihal cinta. Jika kita mengingat kembali bahwa Nabi Yusuf pernah memberikan
penolakan cinta kepada Zulaikha. Dari penolakan inilah yang membuat Zulaikha
menggantungkan hatinya hanya pada Allah.
Sejatinya penolakan tak
melulu tentang kekecewaan dan keputus-asaan. Penolakan hanyalah masalah
penerimaan hati. Yakni penerimaan bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala telah menetapkan takdir yang
berbeda untuk kita. Penerimaan bahwa hanya Allah Subhanahu wa ta’ala yang tau masa depan terbaik hamba-Nya.
Maka dalam segenap
penolakan tetaplah berbaik sangka pada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kendatipun penolakan itu terasa
sulit dan menyesakkan dada maka berbahagialah. Berbahagialah karena Allah Subhanahu wa ta’ala akan
segera menepati janji-Nya untukmu.
"Fa inna ma’al ‘usri
yusra | Inna ma’al ‘usri yusra"
Maka sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan | Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan ( Al
Insyirah 6-7)
Bagaimana
pun kehidupan yang telah ditakdirkan untuk kita jalani. Kita wajib bersyukur
dan berbahagia sebagai adab kita terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala. Karena penolakan di dunia hanyalah ujian. Penolakan nyata yang paling menyakitkan adalah ketika segala kesaksiaan kita ditolak oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di yaumul hisab kelak.
Komentar
Posting Komentar