SENI DALAM BERSAHABAT
Melisa Rinarki Harahap
"Amal yang paling berharga dan kuandalkan adalah mencintai orang-orang shaleh"
(Imam Mathraf bin Asy Syukhair)
Manusia hidup dalam lalu lalang manusia yang lain. Maka dalam hidup kita akan bertemu dengan 3 jenis manusia. Pertama, orang yang sangat kita kenal. Kedua, adalah mereka yang hanya sekedar kenal. Dan yang ketiga adalah orang-orang yang tidak kita kenal. Jenis orang pertama lah yang dikatakan sahabat.
Persahabatan memang indah. Saat kita memiliki seseorang yang mengerti dengan apa adanya. Dan ternyata, persahabatan yang berlandaskan karena Alah adalah salah satu pengikat yang paling kokoh dan salah satu pintu kebaikan.
Mungkin kita bisa hidup tanpa seorang sahabat, tapi tidak dapat dihindarkan bahwa kehidupan itu terasa hampa. Orang normal yang hati dan perasaannya benar-benar tumbuh, takkan bisa hidup tanpa orang yang dicintai. Satu hari saja kita belum tentu mampu melewati aktivitas tanpa bersama orang yang kita cintai walaupun hanya lewat doa.
Maka, sudah selayaknya kita mencari dan menemukan sosok sahabat yang dapat menolong kita dalam urusan dunia dan akhirat. Imam Al-Ghazali pun mengatakan ada 5 kriteria seorang sahabat :
1. Cerdas
Cerdas bukanlah hanya terpaku pada nilai intelektual dan IQ tinggi. Tapi cerdas adalah tentang bagaimana dia bisa memberi manfaat untuk temannya dengan tepat. Karena, orang yang bodoh seringkali ingin memberimu manfaat, tapi malah akan menjerumuskan mu.
2. Berakhlak baik
Mencari seorang sahabat bukan hanya cerdas saja, tapi diiringi dengan akhlak yang baik. Betapa banyak orang cerdas ketika di kuasai oleh amarah, ketakutan, kekiriran, ia malah menuruti hawa nafsunya.
3. Shaleh
Layaknya cermin, pada persahabatan pun akan seperti itu. Sahabat adalah cermin bagi sahabat yang lain. Maka temukan sahabat yang menunjukkan orientasi akhirat padamu. Agar kau pun tak mudah terbawa arus kemaksiatan.
4. Gak cinta dunia
Berteman dengan orang yang cinta dunia bagaikan minum kopi 'bersianida' yang akan membunuhmu secara langsung. Secara perlahan, ia akan membuat mu selangkah demi selangkah lebih dekat dengan dunia. Karena seseorang dapat mencuri tabiat temannya tanpa disadari. Yang awalnya gk hobi shoping, eh sekarang malah ribut buat tampil siapa yang paling modis misalnya.
5. Jujur
Kejujuran ibarat sebuah mata rantai mutiara. Maka sangat sulit untuk ditemukan. Lalu, setelah didapat maka akan sangat dijaga.
Terlepas dari itu semua, mari semua kita bertanya pada diri masing-masing. Apakah kita sudah sesuai dengan kriteria sahabat yang baik? Rasulullah SAW bersabda "Seseorang akan hidup sesuai agama temannya. Maka hendaknya setiap orang memperhatikan dengan siapa ia berteman".
Alqamah Ath-Tharidi berwasiat kepada anaknya : " Wahai anakku, jika kau ingin berteman, bertemanlah dengan seseorang yang jika kau melayaninya, ia akan menjagamu bukan memanfaatkanmu. Jika kau menemaninya, ia akan menghiasimu. Jika kau kekurangan ia membantumu. Temanilah seseorang yang jika kau ingin melakukan kebaikan, ia mengulurkan tangannya bersamamu. Jika melihat kebaikanmu, ia mengakuinya. Jika melihat keburukanmu, ia menutupinya. Temanilah seseorang yang jika kau mengucapkan sesuatu, ia mempercayainya. Jika kau menghadapi suatu masalah, ia menolongmu. Jika kalian berselisih, ia mengalah untukmu".
Untuk itu, marilah kita mencari dan menjadi sahabat yang seperti demikian. Tidak hanya sekedar dicari tapi diharapkan kita akan ditemukan oleh orang lain. Karena alangkah indahnya jika seorang sahabat adalah insan yang sama dengan orang yang dicinta. Yakni adalah dia yang ketika bersama tak lagi memperhitungkan ucapanmu. Bahkan ia berada di pucak tertinggi untuk memaafkanmu.
Sumber : Ketika Salaf Bersahabat ( Maryam Ali)
Nb : ditulis dibawah tangga ditemani semangkuk sup luar biasa dari kak irda :)
Dibawah buat nb nya mel, kutulis ini di anak tangga asrama😁
BalasHapusMasyaa allah..
BalasHapusTerharu bacanya:)